Sabtu, 07 November 2009

BERHENTI MENGELUH

Sebagai manusia, bahkan dapat dikatakan seluruh mahluk hidup, kita tentu ingin bahagia. Semua orang pasti memiliki keinginan, impian dan harapan. Banyak orang mampu meraihnya, namun banyak juga yang seakan tak mampu menyentuhnya. Sayangnya, hampir sebagian orang di dunia tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dan apa yang di lakukan mereka yang gagal meraih impiannya??? MENGELUH.

Mereka tidak berusaha bangkit dari keterpurukan dan mendapatkan kembali impiannya,namun mereka hanya berdiam diri dan mengeluh. “Kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa bukan dia, yang hidupnya bahagia?Aku sudah cukup sengsara tanpa perlu di tambah dengan semua kesedihan dan kegagalan ini…” adalah keluhan-keluhan yang sering kita lontarkan, tak peduli kapan pun, di mana pun, pada situasi apa pun.

Hal ini lumrah. Sebagai manusia, kita memang mahluk yang dilahirkan memiliki emosi dan perasaan. Kita mampu merasa senang, sedih, marah,dan juga kecewa. Tiga yang terakhir biasanya membawa kita pada keluhan, yaitu kata-kata yang terlintas di pikirkan maupun yang kita ucapkan ketika kita tak berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan. Akan tetapi, pernahkah kita sadari, bahwa mengeluh tak akan menghasilkan apa-apa? Tahukah kita bahwa keluhan-keluhan yang kita sampaikan, entah kepada siapa, takkan membawa kita kepada kebahagiaan, kekayaan, apa lagi kemakmuran?

Mengeluh, hanyalah tanda bahwa kita lemah. Mengeluh, hanyalah petunjuk bagi orang lain bahwa kita tak mampu bertahan melawan situasi yang ada. Mengeluh, hanyalah ciri orang yang malas dan tak mau berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan, yang harus dilaluinya dengan banyak rintangan.

BERHENTI MENGELUH. Sekarang juga bangkitlah dan berjuanglah. Segala hal itu mungkin, apabila kita mau berusaha. Satu-Dua maupun lebih banyak rintangan pasti harus kita hadapi apabila ingin mendapatkan apa yang kita inginkan dan merasa bahagia. Sesuatu yang dengan mudah kita dapatkan akan mudah pula dilepaskan dari tangan kita. Raihlah apa pun yang kau inginkan dan kau cita-citakan dengan sekuat tenaga. Tidak ada usaha yang tidak akan menuntun kita kepada keberhasilan dan kebahagiaan, apabila dijalankan dengan

benar dan sepenuh hati. Meskipun memang terkadang butuh waktu dan kesabaran. Apabila kau mempunyai tenaga untuk mengubahnya, ubahlah itu semua menjadi tindakan yang positif.

Hal-hal baik yang kita lakukan, meskipun kecil, sangatlah besar artinya, yang akan menuntun kita pada hal baik berikutnya. Pikiran yang positif akan menghasilkan hal yang positif pula. Sebaliknya, bila kita terus-menerus memikirkan hal negatif, segalanya akan menjadi negatif, yang benar adanya. Ketika kita mengeluh, keadaaan bukannya menjadi lebih baik, namun sering kali betambah buruk, karena kita tak melakukan tindakan apapun untuk mengubah keadaan tersebut.

Oleh karena itu mulai sekarang. Marilah kita berhenti mengeluh karena mengeluh takkan menghasilkan apa pun. Tegarlah dan yakinlah bahwa segala hal buruk yang saat nanti menimpa kita adalah suatu cobaan yang HARUS dan DAPAT kita lewati, yang akan memimpin kita pada kebahagiaan di baliknya. Segala rintangan akan mampu kita hadapi karena energi untuk mengeluh telah dialihkan untuk berbuat dan memikirkan hal-hal positif.

Kamis, 22 Oktober 2009

APAKAH IQ ITU ?

Tingkat kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh IQ (Intellegentia Quotient) memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar. Menurut penyelidikan, IQ atau daya tangkap seseorang mulai dapat ditentukan sekitar umur 3 tahun. Daya tangkap sangat dipengaruhi oleh garis keturunan (genetic) yang dibawanya dari keluarga ayah dan ibu di samping faktor gizi makanan yang cukup.

IQ atau daya tangkap ini dianggap takkan berubah sampai seseorang dewasa, kecuali bila ada sebab kemunduran fungsi otak seperti penuaan dan kecelakaan. IQ yang tinggi memudahkan seorang murid belajar dan memahami berbagai ilmu. Daya tangkap yang kurang merupakan penyebab kesulitan belajar pada seorang murid, disamping faktor lain, seperti gangguan fisik (demam, lemah, sakit-sakitan) dan gangguan emosional. Awal untuk melihat IQ seorang anak adalah pada saat ia mulai berkata-kata. Ada hubungan langsung antara kemampuan bahasa si anak dengan IQ nya. Apabila seorang anak dengan IQ tinggi masuk sekolah, penguasaan bahasanya akan cepat dan banyak.

Rumus kecerdasan umum, atau IQ yang ditetapkan oleh para ilmuwan adalah :

Contoh : Misalnya anak pada usia 3 tahun telah punya kecerdasan anak-anak yang rata-rata baru bisa berbicara seperti itu pada usia 4 tahun. Inilah yang disebut dengan Usia Mental. Berarti IQ si anak adalah 4/3 x 100 = 133.

Interpretasi atau penafsiran dari IQ adalah sebagai berikut :

TINGKAT KECERDASAN

IQ

Genius

Di atas 140

Sangat Super

120 - 140

Super

110 - 120

Normal

90 -110

Bodoh

80 - 90

Perbatasan

70 - 80

Moron / Dungu

50 - 70

Imbecile

25-50

Idiot

0 - 25

Selasa, 20 Oktober 2009

filosofi pensil


"Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya" (Pepatah Jepang)


Tulisan ini menceritakan kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya, maka, beberapa wejanganpun diberikan kepada si pensil.

Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya, "Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apapun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat menulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis seperti macet atau rusak, maka tugas utamamu gagal."

"Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi lebih optimal"

"Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia"

"Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu"

“Kelima, bila kamu membuat kesalahan, jangan pernah ragu untuk secepatnya menggunakan penghapus yang ada dalam dirimu untuk menghapus kesalahan itu.”

"Keenam, di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat"
.
Sejak itulah, pensil itupun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

Kisah pensil ini mengingatkan tujuan dari kehadiran manusia ke dunia ini. Setiap mamusia seharusnya meyakini, bukanlah tanpa sebab ia diciptakan dan dilahirkan, dengan demikian, kehadirannya di dunia ini harus menggenapi dan menyelesaikan tujuannya.

Seperti pensil itu, tujuan manusia dihadirkan oleh Pembuatnya ( Tian -
天 / Tuhan) ke dunia adalah untuk membantuNya menghasilkan ‘tulisan’ (karya) yang indah dan berguna. Untuk mencapai tujuan itu, manusia harus menjaga dirinya agar tidak ‘macet dan rusak’ (tersesat) menyadari bahwa ‘penajaman menyakitkan’ (hambatan) yang dialami merupakan proses agar dirinya dapat berfungsi lebih optimal; mengimani bahwa ‘yang di dalam dirinya’ ( Tian Ming - 天 命 / Firman Tian ) adalah yang terutama; saling menolong antar sesamanya; mengintrospeksi diri.( gai guo - 改 過 ); membina diri ( xiu shen - 修 身 )