Senin, 19 Juli 2010

Manfaat dan tips Futsal

Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.

Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan.

Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik:

-futsal adalah olahraga yang sangat menyehatkan tubuh dan membakar lemak

- Kecerdasan.

Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola.

- Keahlian Teknik.

Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting.

- Total Football.

Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak.

- Kecepatan.

Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar.

- Hiburan.

Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.

Tips sehat sebelum dan sesudah olah raga futsal:
1.lakukan peregangan menyeluruh pada bagian tubuh dari kepala sampai kaki,

2.lakukan pemanasan yang cukup,panas dalam konteks di sini berbeda untuk setiap orang,lakukan pemanasan semaksimal mungkin,biasanya di tandai dengan berkeringat,lakukan jogging jogging kecil sebelum memulai olah raga futsal.

3.akhiri olah raga futsal dengan melemaskan otot setelah di gunakan olah raga,dan biarkan suhu tubuh turun dengan perlahan.

4.jauhi melakukan aktifitas merokok setelah futsal minimal 1 sampai 2 jam,biarkan tubuh menghirup oksigen segar tanpa asap nicotine.

5.kontrol meminum minuman energy,karena ini tidak baik bagi tubuh,minuman yang terbaik adalah air putih tidak dingin.
Jika tips di atas di lakukan dengan konsisten,maka resiko cedera akan lebih kecil dan manfaat olah raga akan maksimal kita dapatkan.

Kamis, 01 April 2010

BENCI YANG DIPUPUK MENIMBULAKAN RACUN KEBENCIAN

Racun menurut Kamus Indonesia adalah zat atau apapun jua yang dapat menyebabkan kematian kalau dimakan dan bisa juga diartikan sesuatu yang dapat merusak batin, hati, jiwa dsb. Kata Racun Kebencian yang saya pakai disini adalah segala sesuatu yang kita tidak sukai kepada orang lain yang secara sadar atau tidak sadar tumbuh menimbulkan kebencian atau dengan kata lain benci yang terpupuk akan menjadi dendam yang merusak diri sendiri dan orang lain. Benci atau dendam ini suatu saat bisa keluar dari dalam diri, baik berupa perkataan maupun perbuatan yang tidak baik, ” umpama menyimpan bom yang suatu saat akan meledak ”.

Sesaat ketika kita marah dengan dibumbui emosi, sebenarnya amarah yang meledak itu bukan awal dari amarah kita saat ini, melainkan kalau kita telaah kebelakang pasti ada penyebab-penyebab amarah-amarah kecil atau ketidaksukaan kepada orang lain yang terpendam, baik itu berupa benci atau dendam. Sebenarnya apabila kebencian masih dapat kita kontrol, ini adalah batas benci yang harmonis, seperti halnya; benci bau busuk, benci kemunafikan, benci orang licik, benci pemimpin yang menyengsarakan rakyat, benci apa bila kita dan keluarga kita dijolimi orang lain.

”Hanya seorang yang penuh Cinta Kasih saja yang dapat mencintai dan membenci orang.”


Akan tetapi apa yang kita benci sekalipun harus periksa dahulu, apakah sesuatu yang patut kita benci itu memang layak kita benci, ” meskipun yang di benci sekampungpun, belum tentu itu suatu kesalahan dan yang disukai sekampungpun, belum tentu itu suatu kebenaran”. Hidup yang penuh sandiwara dan kemunafikan sering kali kesalahan bisa menjadi benar,’ membenarkan kebenaran ’ dan kebenaran itu menjadi ”abu-abu” tidak tahu jelas manah putih manah hitam.

BENCI YANG DIPUPUK MENIMBULAKAN RACUN KEBENCIAN

Racun menurut Kamus Indonesia adalah zat atau apapun jua yang dapat menyebabkan kematian kalau dimakan dan bisa juga diartikan sesuatu yang dapat merusak batin, hati, jiwa dsb. Kata Racun Kebencian yang saya pakai disini adalah segala sesuatu yang kita tidak sukai kepada orang lain yang secara sadar atau tidak sadar tumbuh menimbulkan kebencian atau dengan kata lain benci yang terpupuk akan menjadi dendam yang merusak diri sendiri dan orang lain. Benci atau dendam ini suatu saat bisa keluar dari dalam diri, baik berupa perkataan maupun perbuatan yang tidak baik, ” umpama menyimpan bom yang suatu saat akan meledak ”.

Sesaat ketika kita marah dengan dibumbui emosi, sebenarnya amarah yang meledak itu bukan awal dari amarah kita saat ini, melainkan kalau kita telaah kebelakang pasti ada penyebab-penyebab amarah-amarah kecil atau ketidaksukaan kepada orang lain yang terpendam, baik itu berupa benci atau dendam. Sebenarnya apabila kebencian masih dapat kita kontrol, ini adalah batas benci yang harmonis, seperti halnya; benci bau busuk, benci kemunafikan, benci orang licik, benci pemimpin yang menyengsarakan rakyat, benci apa bila kita dan keluarga kita dijolimi orang lain.

”Hanya seorang yang penuh Cinta Kasih saja yang dapat mencintai dan membenci orang.”


Akan tetapi apa yang kita benci sekalipun harus periksa dahulu, apakah sesuatu yang patut kita benci itu memang layak kita benci, ” meskipun yang di benci sekampungpun, belum tentu itu suatu kesalahan dan yang disukai sekampungpun, belum tentu itu suatu kebenaran”. Hidup yang penuh sandiwara dan kemunafikan sering kali kesalahan bisa menjadi benar,’ membenarkan kebenaran ’ dan kebenaran itu menjadi ”abu-abu” tidak tahu jelas manah putih manah hitam.